Ketika Aku Mulai Berjilbab
Waktu aku kecil sampai aku SMA, tak pernah terpikir untuk merubah penampilanku, menutup semua auratku. Dulu yang ada dipikiranku kalau pake jilbab itu cuma ibu2 atau yang sudah menunaikan ibadah haji.
Aku pakai jilbab, cuma saat aku ngaji aja. Dikehidupan sehari2, yah tetep kaya orang kebanyakan. Pake jeans dan kaos ketat. Hhhhh kalo inget dulu, apalagi masa2 SMA, buat aku malu sebetulnya. Aku tomboy bgt, judes bgt, galak bgt, tukang ngajakin berantem orang2 yang aku benci, banyak musuh. Mungkin temen2 SMA ku tau bagaimana aku pas SMA. Yah walaupun aku ga populer waktu SMA, tapi mungkin sahabat2 SMA ku tahu bagaimana aku dulu.
Tapi, ketika hidayah itu datang. Datang pada saat aku kuliah, ketika aku mulai merasa dilecehkan dan hal itu membuat ku sadar, bahwa ini teguran atau hidayah yang diberikan oleh 4JJI kepadaku (aku tak tahu). Saat itu, harga diriku seperti di injak2, aku merasa sama seperti wanita2 dijalanan yang menjajakan tubuhnya. Aku nangis, ingin sekali saat itu aku berteriak dan memaki2 orang itu. Tapi aku hanya bisa diam, menyesali keadaan, menyesali yang sudah terjadi.
Aku tak berlarut2, dan keyakinanku untuk menutup aurat makin kuat, hingga akhirnya aku berhijab. Subhanallah, begitu banyak kenikmatan setelah aku berjilbab. Betapa aku begitu dihargai dan betapa cantiknya aku dengan jilbab ini, semau orang yang bertemu denganku mengucapkan "Assalamualaikum", subhanallah semua orang mendoakanku. Ya 4JJI, kuatkan iman dan keyakinanku untuk tetap mempertahankan jilbab ini. Sampai pada akhirnya aku bersyukur, diberi teguran seperti itu. Ya….aku bersyukur, karena semenjak hari itu sampai sekarang, aku masih berjilbab….
eday Said:
on June 9, 2007 at 9:41 pm
Subhanllah…Hidayah memang milik Allah SWT.semata. Pertahankan bahkan tingkatkan perjuangan mu. karena memakai jilbab adalah syiar, akhlak mu adalah teladan, dan amalan mu adalah cahaya.”ISTIQOMAH” lah. dan doakan saya juga, supaya dapat istiqomah. “amalan sedikit lebih disukai Allah jika dilakukan dengan istiqomah, dari pada amalan banyak tanpa dilakukan dengan istiqomah”